Obesitas pada Anak dan Remaja

Pada anak-anak dan remaja, mereka sangat menyukai konsumsi makanan yang mengandung lemak, kolesterol dan gula. Ditambah lagi dengan gencarnya iklan sehingga memicu untuk mengkonsumsi makanan baru yang cenderung manis dan berlemak. Dari sisi mobilitas, anak-anak zaman sekarang cenderung tidak bergerak. Sekolah dan kursus diantar sopir, malam hari belajar, lalu tidur. Jika belajar bersama, nonton TV, main game atau komputer anak-anak dan remaja sering mengemil. Inilah yang meneybabkan mereka gemuk.
Diluar faktor-faktor di atas, keturunan memegang peranan penting. Orang tua gemuk cenderung mempunyai anak yang gemuk pula. Pola makan orang tua menjadi tiruan oleh anak-anak mereka. Disisi lain banyak orang yang tidak suka mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, serat, vitamin A, serta vitamin C.
Obesitas juga pertanda tidak normalnya sistem hormon. Sistem pengontrol makan terletak pada bagian otak yang disebut hipotalamus. Bila terjadi kerusakan pada bagian tersebut, maka seseorang akan menjadi rakus dan kegemukan. Ada juga obesitas yang disebabkan karena faktor emosi, karena masalah keluarga atau pertemanan. Selain itu, ada budaya yang menganggap gemuk itu sehat serta lambang kemakmuran.
Pada remaja, kegemukan sering menjadi momok karena bentuk tubuh mereka yang dapat menurunkan pandangan teman-teman sebaya atau lawan jenis. Sehingga sering melakukan tindakan pengendalian berat badan yang ekstrim (seperti memuntahkan dengan paksa, penggunaan pil diet atau obat pencahar) serta faktor perilaku sosial dan pribadi yang berpotensi menyebabkan tindakan-tindakan tersebut.
Umumnya ada 3 faktor yang menyebabkan masalah berat badan pada remaja:
1. keluarga yang terbiasa mengejek atau mengolok-olok berat badan.
2. kekhawatiran si remaja itu sendiri atas berat badannya
3. diet atau tindakan pengendalian berat badan yang tidak sehat.
Ketiganya menyebabkan kelebihan berat badan, kebiasaan makan yang berlebihan, dan mendorong si remaja untuk mengendalikan berat badan mereka secara ekstrim. 3 hal yang dapat melindungi remaja dari masalah berat badan jangka panjang yaitu:
1. sering makan bersama keluarga
2. suasana makan yang positif
3. selalu makan siang dengan orang-orang yang menyenangkan.
Dari ketiga hal di atas, jelaslah bahwa remaja sangat butuh dukungan moril, terutama mengenai makan dan kelebihan berat badan. Karena dengan diejek atau para orang sekelilingnya terlalu sering membahas mengenai berat badan yang berlebih, mereka akan cenderung melakukan diet ekstrim yang akan menyakiti diri mereka sendiri. Sebaiknya berusahalah menciptakan lingkungan rumah dan sekolah yang mendorong makan sehat dan mendorong kecintaan pada olahraga.

~ oleh putrinilam pada November 25, 2008.

Satu Tanggapan to “Obesitas pada Anak dan Remaja”

  1. artikelnya cukup bagus,dan berarti untuk kalangan anak kesehatan…..khusunya bagi orang-orang yng membacanya artikel ini…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: