Kalori dari Lemak

Kalori dari Lemak
Lemak tidak selalu jahat. Riset terbaru membuktikan bahwa yang penting bukanlah membatasi total jumlah lemak di makanan kita, tetapi memilih lemak yang kita konsumsi. Inilah yang bisa memengaruhi kesehatan. Bahkan penelitian yang sama menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan rendah lemak selama 8 tahun tidak mencegah penyakit jantung, kanker payudara atau kanker usus besar, dan tidak berpengaruh kepada penurunan berat badan.
Lemak diperlukan oleh tubuh antara lain untuk membentuk dinding sel dan energi. Asupan lemak yang disarankan adalah 25-30% dari total kalori dengan komposisi sebagai berikut:
1. asam lemak jenuh < 7% total kalori
2. asam lemak tak jenuh ganda < 10% total kalori
3. asam lemak tak jenuh tunggal < 20% total kalori
Lemak yang dibutuhkan oleh tubuh dan didapat dari makanan adalah asam lemak tak jenuh, yaitu omega 3 dan omega 6. keduanya disebut asam lemak esensial. Manfaat omega 3 antara lain adalah untuk membantu menurunkan kadar kolesterol. Asam lemak omega 3 didapat dari minyak ikan, minyak kanola, minyak zaitun dan ikan laut. Asam lemak lain yang baik bagi tubuh adalah omega 9. omega 9 dapat dibentuk di dalam tubuh dan dari bahan makanan seperti olive oil, canola oil, alpukat dan kacang.
Jenis lemak yang sebaiknya dihindari atau dikonsumsi sedikit mungkin adalah asam lemak jenuh, yang banyak terdapat pada lemak hewani, misalnya pada daging berlemak, jeroan, makanan yang digoreng, cake, dan lain lain. Lemak jenuh dan lemak trans sebagai lemak jahat dapat meningkatkan resiko penyakit tertentu. Sedangkan lemak baik yaitu lemak tak jenuh dapat menurunkan resiko yang sama.
Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh antara lain untuk pembentukan hormon dan pembentukan vitamin D dan juga diperlukan dalam pembentukan asam empedu (untuk pencernaan lemak) dan membentuk membran sel. Namun asupan kolesterol yang dianjurkan adalah dibawah 300 mg per hari. Sementara pada orang dengan kadar kolesterol tinggi dibawah 200 mg per hari. Diharapkan LDL dalam darah akan berkurang. Mengkonsumsi kolesterol terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis dan meningkatkan resiko penyakit jantung.
Kolesterol adalah bahan seperti lilin yang dibuat di hati kemudian ‘bergandengan’ dengan protein disebut lipoprotein yang memungkinkan kolesterol mencair di pembuluh darah dan dibawa keseluruh bagian tubuh. Jika kolesterol sudah menumpuk di dalam pembuluh darah, jalan darah akan sempit, sehingga jantung yang kekurangan darah menjadi sempit, jika bertambah parah dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kematian tiba-tiba.
Disinilah fungsi HDL, disaat LDL membawa kolesterol ke pembuluh darah dan meningalkannya disana, HDL membawanya kembali ke hati agar kolesterol hilang dari pembuluh darah.
Pada produk-produk tertentu di pasaran. Sering dicantumkan tulisan low fat.meski produk ini rendah lemak, belum tentu bebas kalori apalagi yang digunakan untuk mengganti lemak tersebut adalah karbohidrat. Berikut arti kata-kata low yang berada pada produk – produk makanan yang beredar di pasaran:
· Low fat (rendah lemak)
Þ 3 gr atau kurang per porsi
· Low sturated fat (rendah lemak jenuh)
Þ 1 gr atau kurang per porsi
· Low cholesterol (rendah kolesterol)
Þ 20 mg atau kurang kolesterol dan 2 gr atau kurang lemak jenuh per porsi.
· Low calorie (rendah kalori)
Þ 40 kalori atau kurang per porsi. Produk ini cenderung lebih baik karena biasanya sekaligus mengandung kadar lemak rendah.
· Low sodium (rendah garam)
Þ 140 mg atau kurang per porsi
· Very low sodium (sangat rendah garam)
Þ 35 mg atau kurang per porsi.

~ oleh putrinilam pada November 25, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: